BANDUNG-Unjuk rasa mahasiswa dan pelajar di Gedung DPRD Jawa Barat ricuh. Sebagian massa aksi terlibat bentrok dengan aparat keamanan. Gas air mata hingga water canon dilesakan oleh aparat keamanan ke arah pusat demonstrasi.
Kericuhan ini berawal dari sejumlah massa aksi memaksa masuk Gedung DPRD Jabar. Massa berhasil menjebol dua pagar besi dan merangsek ke arah aparat keamanan. Sejak itu pula massa mulai melempari Gedung DPRD. Kericuhan ini pecah sejak pukul 17.00.
“Mohon tenang, adik-adik,” teriak salah seorang aparat polisi menggunakan pengeras suara.
Polisi beberapa kali menembakan gas air mata ke arah demonstran. Kendati telah ditembaki gas air mata, massa terus merangsek maju ke arah pagar betis polisi yang dibuat di persimpangan Jalan Dipenogoro-Cilamaya. Masaa pun membalas tembakan gas air mata menggunakan petasan, lemparan flare dan benda-benda tumpul.
Sebelumnya, aksi ini berlangsung aman. Unjuk rasa dimulai pada pukul 14.00. Massa yang terdiri dari mahasiswa, pelajar dan aktivis ini menyuarakan tuntutan terkait RKUHP, UU KPK, dan menolak tindakan kriminalitas terhadap aktivis.
Sampai berita ini dituliskan, massa masih terus merangsek ke arah pagar betis polisi. Situasi masih belum terkendali. (*)










![Aksi #GejayanMemanggil dari ribuan mahasiswa di Yogyakarta berlangsung damai dan massa aksi membubarkan diri usai menggelar unjuk rasa di Simpang Tiga Colombo, Sleman pada Senin, 23 September 2019, mengusung 7 tuntutan kepada pemerintah dan DPR RI. [Sp/Fuska Sani Evani] ( Foto: Suara Pembaruan / Fuska Sani Evani )](https://www.beritaradar.com/wp-content/uploads/2019/09/1569254475-700x350.jpg)

