CIREBON, BERITARADAR.COM – Kejutan besar melanda lingkungan Istana! Presiden Prabowo Subianto secara tegas melakukan “operasi cabut” di jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Lembaga yang mengemban program super prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) itu kini berubah komando di tengah jalan.
Keputusan dramatis ini diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, pada Selasa (2/6/2026). Tanpa basa-basi, ia menyebut bahwa Prabowo menginginkan evaluasi kinerja total, yang berbuah pada pemberhentian tiga petinggi lama.
“Saudara Dadan Hindayana (Kepala BGN), Lodewyk Pusung (Wakil Kepala BGN), dan Sony Sonjaya (Wakil Kepala BGN) diberhentikan dengan hormat,” tegas Prasetyo di hadapan awak media.
Namun, jangan salah! Bukan karena skandal atau kesalahan fatal. Presiden Prabowo masih menyematkan ucapan terima kasih yang dalam kepada para petinggi lama. Mereka dianggap sukses membangun fondasi awal BGN dari nol. Tapi, tahap selanjutnya butuh “mesin baru” yang lebih cepat dan gesit.
Struktur Baru BGN: Ada Jenderal Bintang Dua!
Prabowo tidak mau kehilangan momentum. Langsung di hari yang sama, ia menunjuk tiga pejabat anyar untuk memimpin lembaga vital ini. Inilah susunan Pimpinan Badan Gizi Nasional yang baru:
-
Kepala BGN: Nanik S Deyang (sebelumnya Wakil Kepala BGN, kini naik jabatan)
-
Wakil Kepala BGN: Agustina Arum Sari
-
Wakil Kepala BGN: Mayjen TNI Trenggono (sosok militer aktif bintang dua)
Kabar ini langsung menjadi angin segar sekaligus sinyal keras: Program Makan Bergizi Gratis harus melesat!
Alasan di Balik Kursi Panas: Akselerasi Bukan Pemberhentian
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, yang turut mendampingi konferensi pers, memberikan bocoran menarik. Menurutnya, ini bukan sekadar reshuffle biasa, melainkan strategi penyegaran tim eksekusi lapangan.
“Bapak Presiden ingin memastikan gizi bangsa ini adalah panglima. Setelah masa pembentukan fondasi, kini waktunya figur yang tepat untuk eksekusi kilat di lapangan,” ujar Teddy.
Dengan menunjuk Nanik S Deyang—yang sudah paham betul alur darah BGN—diharapkan tidak ada gejolak internal. Sebaliknya, yang terjadi adalah akselerasi kecepatan dan peningkatan efektivitas program MBG yang akan menyentuh jutaan anak sekolah serta ibu hamil di seluruh Indonesia.






